Showing posts with label work. Show all posts
Showing posts with label work. Show all posts

Sunday, February 5, 2012

Silence After The Brouhaha

I always hate that condition (silence after the brouhaha). It has been three weeks that I didn't spend my days normally at home. About three weeks ago I traveled to Bandung and Jakarta, accompanying husband for some meetings. Don't get wrong, I don't have any business with all those meetings but... well, why resist going to Bandung? :p

And just two days after I arrived at Balikpapan, I had to catch a flight back to Jakarta for a training in Bandung. This time it's for my own business. It was my first flight together with my son without husband. It went well although I was soooo nervous at the beginning.

The training was very good and useful. I've learned a lot. It was a five-days-training for entrepreneurship held by British Council. Since I was one of the E-idea finalists, I was then invited. BC hopes that all the finalists may act their ideas for real. I promised my self that those knowledge I had wouldn't be for nothing. InsyaAllah.

Just the next day after I get back home again, my in laws came visit us to Balikpapan for 6 days. Actually the first plan was they'd visit us a week before, but then suddenly there was the training invitation from BC so then we have to reschedule all the plan. My in laws have also helped me taking care of my son in Bandung during the training. So they were around my son for almost two weeks.

And today my in laws have flew back to Jakarta again. We're gonna start our day like we used to before 3 weeks ago, starting tomorrow. It feels like silence after the brouhaha... I always hate it. :(

But the good thing is that I have a project to catch up, with so many to do lists. And I can start to do it tomorrow. Haven't I promised my self that I wont waste all those trainings I got? Yes I have!

So, hello Monday, cant wait to see you!

Sunday, October 2, 2011

Coral. green craft with the love to ocean


Apaan sih Coral.? Coral. itu mimpi gue yang lahir sekitar lima bulan yang lalu, dimana waktu itu gue lagi getol-getolnya browsing blog tentang crafting, dan lagi eling tentang gaya hidup yang ramah lingkungan... dua-duanya ditemukan, disatukan, lahirlah Coral. .

Agak keterlaluan emang kalau gue belum cerita tentang Coral. sedikit pun di sini. Maaf yaaa blog.... Padahal gue udah umbar-umbar di twitter, facebook, bahkan udah diikutin kompetisi dan sempet lolos jadi finalis segala. Tapi nggak belum sedikit pun gue share di sini. Ter - la - lu ! :(

Adalah gue, si tukang bosan dan selalu pengen coba ini itu. Salah satu dari sekian panjang list yang pengen gue coba adalah berwirausaha, tapi selalu mentok dengan pikiran modal, tempat, waktu... endesbrei. Belum lagi ilmu wirausaha gue itu yaaaah... hampir sama banyaknya sama ilmunya anak gue soal wirausaha kali ya... eh lebay ya? Pokoknya lo bisa bilang gue begok deh kalo urusan ini! Emang! Selama sekolah dan kuliah sayangnya gue sama sekali nggak dapat ilmu wirausaha. Dan di lingkungan keluarga pun tadinya nggak ada yang berwirausaha (keluarga dekat banget maksudnya). Sementara gue bisa lah dibilang manusia kebanyakan teori, kalo belum dapet teorinya kayanya belum paham gitu.

Tapi biar begok gue udah berkali-kali punya mimpi atau niat berwirausaha, kan ada laki gue kan yang pinter.... hehehe. Gue dan suami pernah berniat mau buka apotik waralaba, tapi pupus karena ternyata butuh modal yang nggak terjangkau. Pernah juga mau buka klinik gigi kerjasama dengan apotik deket rumah, udah sempet ketemu dan ngobrol-ngobrol sama pihak apotik tapi gagal juga gara-gara pihak apotiknya sampe sekarang menghilang aja gitu...hiiish! (tapi untung juga nggak jadi, kalo nggak bingung juga gue urusannya kalau akhirnya mesti pindah ke Balikpapan kaya gini.... tuh kan, emang mantep deh skenarionya Allah!) Terus pernah juga niat bikin bisnis pastry rumahan, udah pamer segala ke temen-temen, bagi-bagi taster juga... tapi pupus gara-gara gue nggak berani maju. Berat juga kayanya mau bisnis makanan yaaak...udah mana itu pastry gue bikinnya sendirian, gimana ntar kalo permintaan banyak, gimana kalau basi, gimana supaya tetep manteb sampe di tangan customer??? Kebanyakan gimana akhirnya gue ngak berani maju.
hehehe...

Tapi biar begok plus penakut, tetep loooh gue pengeeeeen banget berwirausaha. Akhirnya setelah tercipta ide bisnis kreatif, gue langsung bbm-in adik gue Nadya yang udah jadi entrepreneur duluan dari jaman kuliah. Setelah gue ceritain apa ide gue responnya cuma bilang "langsung bikin!!!!!!". Gue dengan dodolnya nanya "hah, emang harus gitu ya?". Jawabnya, "Lah, emang lo mo nunggu apaan? Bikin langsung!!!"
Wuiiiiih??!

Tapi terus gue pikir mungkin emang harus gitu kali ya kalau mau mulai usaha. Setelah ngebahas ide gue ke suami, akhirnya kita sepakat kalau bisnis kreatif ini bisnis yang nggak perlu tempat, nggak perlu modal besar, nggak perlu tenaga banyak. Terus dalam hati gue juga makin menggaung deh omongan adek gue "iya ya, apa lagi dong yang mesti gue tunggu?". Tapi saat itu respon suami sekedar mendukung (suami gue mah emang selalu dukung apa pun ide gue selama nggak kelewat sinting.... iiiiih cintaaaaak! :*) tapi dia nggak bisa ciptain ide-ide kreatif, jadi dia cuma bisa support mentally, while I refuse to be supported financially (taelaaaah... padahal mah tetep minta-minta juga dikit :p).

Sebelum tercipta ide bikin produk dari sampah, dan sebelum tercetus nama Coral., gue sempet trial and error bikin beberapa dua produk lampu hias. Keduanya hampir bisa dibilang gagal, eh...  satu deh yang gagal, yang satu lagi cuma gagal diterusin aja. :p

Akhirnya nongol deh ide bikin lampu hias dari sampah botol kaca dan bantal dari sampah plastik. Terus untuk nama, dengan picik dan amatirnya langsung tercetus nama "Coral." karena gue cinta laut, itu aja alasannya. Hehehehe... gue si wirausahawan amatir tolol yang masih belajar, sekarang mulai paham tentang pentingnya nama suatu usaha. Baiklah, sekedar masukan buat yang mau mulai buka usaha nih yaaaa.... bikin lah nama yang sangaaat kreatif yang nggak ada miripnya, yang bisa jadi tanda khas ibarat tompel pada Rano Karno, tahi lalat pada Marilyn Monroe! (menurut para "dragons" di acara entah apa tentang penawaran kerjasama bisnis ke para pebisnis multimillionaire di BBC). Yah tapi Coral. udah kepalang dikenal dengan Coral., dan gue belum ketemu nama yang kreatif, jadi sebelum bikin bubur merah putih, biar lah dia dipanggil Coral. dulu walau pun yang kenal belum banyak. Eh by the way... punya ide nama nggak lo? #eaaaaaaaa....!!!!

Nggak lama setelah gue punya ide bikin Coral., adik gue si Nadya (macam adik gue ada lebih dari 1 aje :p) lagi-lagi ganggu gue sama bbmnya. Tau-tau dia share link tentang kompetisi E-idea dari British Council. Idih, apaan ituuuuuuh???? Yang jelas, sebagaimana kompetisi-kompetisi lainnya, E-idea ini pun punya deadline yang harus ditepati kalau mau ikutan nimbrung. Deadline? Bagosss!!! Gue si pemalas ini emang butuh deadline, supaya ada target kapan produk gue kudu kelar. Sama seperti niat bikin bisnis pastry dulu, Coral. ini pun gue kerjain segala-galanya sendiri, kecuali bagian kapnya gue minta tolong ke tukang kap lampu. Dan sebagai one-woman-standing-for-her-own, cum emak rumah tangga, cum PRT, cum praktek.. aduhai begitu mudahnya buat melambat-lambat ngerjain satu produk aja. Jadi karena deadline, akhirnya gue ikut kirim proposal ke kompetisi E-idea ini, mepet waktu tentunya! :p

Ajaibnya terpilih lah Coral. jadi salah satu  dari 24 finalis. Kadang-kadang gue khawatir jangan-jangan jurinya keselip file gue diantara yang lolos jadi finalis... kok bisa lolos sih gue? Tapi gue sedih juga sih nggak dipilih jadi pemenang (eaaaa labil!). Tapi yaa nggak sedih-sedih amat, nama juga masih baru, kerja pun masih sendiri, satu-satunya tim yg gw punya ya laki gue. :p Dan gue lah satu-satunya finalis yang berdiri atas nama diri sendiri, bukan tim atau badan. Kalau dipikir-pikir, seandainya pun menang emang masih terlalu prematur juga buat Coral. kali yaaak. Iya deh...

Semenjak E-idea itu berhubung produk gue udah ada yang jadi, mulai lah gue mencari pasar buat jualan. Dasar emang gue wirausahawan masih kroco, membuat sesuatu itu satu hal yaaak, tapi bikin supaya yang kita buat itu laku itu hal yang lain, dan itu justru yang paling krusial! Jadi berhasil kah gue menjual produk gue? Belum. -_____-"

Beberapa lampu gue yang udah jadi sedang duduk manis di suatu stand di Koloni Mall of Indonesia dengan sisstem konsinyasi, sampai sekarang. MOI ini sepertinya memang nggak terlalu rame yaaak... dan Koloni pun setelah dua kali gue kesana emang terlihat sepi walaupun standnya banyak, bahkan ada standnya gantibaju.com lho di sana (kalo yang suka baca-baca tentang entrepreneurship pasti tau deh yang satu ntu). Trus kenapa tetep naro disana? Yaaaa... seenggaknya kalau ada  yang pengen liat produk gue langsung gue punya jawabannya gitu. :p

Dalam urusan berwirausaha ini gue masih merayap lambaaat macam ular ganti kulit, gue masih perlu belajar banyak, masih perlu usaha yang luebuiiiiih ekstra lagi, masih perlu dikasih hantaman motivasi dari kanan-kiri-depan-belakang-atas-bawah, gitu deh! Macam sekarang ini tawaran konsinyasi gue ke salah satu artshop di daerah Kemang ditolak boook, gara-gara target pasar yang beda. Mata gue kurang jeli kalau barang-barang yang ditaro di etalase mereka itu barang untuk pasar anak muda atau anak kuliahan, sementara produk gue dianggap untuk pasar ibu-ibu gitu. Aih, rasanya macam diputusin pacar! Ha ha ha ha ha.... Yaaaah nggak papa deh, namanya juga masih baru kaaaan? (menghibur diri sendiri).

Gitu deh lebih kurangnya cerita tentang Coral. lo bisa liat blognya di www.corallivingproject.blogspot.com atau follow twitternya di @coralproject





 














Berniat beli nggak? Beli dooong.... hehehehe... *jualan* :p

Tapi kalau pun nggak beli, paling nggak doain aja yaaa supaya cita-cita gue ini bisa tercapai. Sama kaya anak yang masih tumbuh, cita-cita Coral. pun masih dinamis gituh, tapi tetep manis kok. hehehehe.... Beli yaaak! *eaaaa... jualan lagi*

Wednesday, January 14, 2009

mon patron me demand de ne pas venir au travail.... :)

January 14, 2009. 5.48 AM

telephone ringing, the screen showed my boss's name

me : (just awake and set my voice so it sounded like I've woke up two hours ago) "Hallo! Yaa, kenapa Dok?"

boss : "Hallo Diana! Baru bangun kamu ya?"

me : (voice camouflage failed!) "eeehehhehehehehe... iya dok! Kenapa Dok?"

boss : "hujan lebat kan disitu?"

me : (try to catch the sound of rain but all I got was silence) "iya dok!"

boss : "udah hari ini nggak usah masuk aja. Saya udah telfon Nining sama Risma biar nggak usah masuk aja hari ini. Kalo hujan lebat gini biasanya pasien juga ngebatalin janji. Biar saya sama Rossi aja yang masuk, Rossi kan rumahnya deket."

me : *big grin... then biger... then very big grinnnnn!*
"Oooh..." (tried to sounded disappointed but I know I've failed again)
"Oke Dok! Makasih yaa Dooooook....." (at this point, I'm sure my voice sounds like I've woke up five hours ago and feel so overwhelmed!)

boss : "Yaaa... makasih yaa!"

me : "Yaaaa...."

boss : "Yuk daaaaah."

me : "Daaaaah........"


Then I went back to bed still with big grin on my face. Few seconds after, I heard the rain fall so my smile gets even wider! Superb!!!! Then I sang "I'm only happy when it rains" from Garbage in my head.

Have u ever meet a boss who kindly ask his/her employee not to go to work? hehehehe... well, am not my boss's employee coz we are "TS" (teman sejawat) or what we call "partner" in english. But still, I love my Boss!!!!!! hehehehehehehhehehehe..........

Monday, November 24, 2008

hoppeless and pessimistic: the main path for loser!


“Sukses itu ga ada yang gampang Dianaaaa….”

I know it so much, understand the sentence really really deep. Nothing good comes easy… none or almost never. But I keep forgetting that idea and find my self almost frustrated every time I forget; very lame and embarrassing actually.

So I work with a pro, who has diving in this career for like twenty years or more, a specialist and perfectionist, a kind who almost think that mistake is a wry… oh…oh. Nah, it’s too much! Well it might be is on our case but a lil harmless mistake wont make us a sinner. And little harmless mistakes always appear in a beginner. And the most interesting part is that I am a beginner.

I know I shouldn’t write this post and keep acting like I’m a pro, but I just feel like I need to type this so it can be a memo for next days maybe when I’ve reached my success (optimistic is very important, my bro!); success is very uneasy indeed!

Comparing to my boss, who is my one and only rival in gaining “client” at office, I’m like plain milk compare to juicy creamy thick chocolate ice cream, or non stuffed biscuit to tiramisu. I’m a big zero while he’s a super hero! Low self esteem is my main problem recently. How can I beat La Tour Eiffel while I’m just a meaningless statue at a discreet park? Then low self esteem leads to pessimistic, while I know that pessimistic leads to failure, and failure is a pathetic path for loser. And L.O.S.E.R my bro, is the last thing I wanna be in this life.

Okay, I know that pessimistic is a prejudice toward God's will (quoted from Andrea Hirata). Who am I to make a prejudice toward the Almighty? So here is my point where I'm gonna reach my dream with full optimistic! Mistakes, failures, hopeless, anything u name it.... screw those words!!!!! I'm DiDi, as D is for dreamer so am gonna fight for my dream! May God be with me...............................................................

Saturday, July 19, 2008

horeeeeeeeeeeee...!!!!

Jumat 18 Juli 2008, 17.00 _Menara Mulia lt.10, Jakarta
Korban : "Aku pulang ya, Dok?"
dr. Sucitro, a.k.a Boss : "hee..?"
Korban : "boleh kan?" (sambil memasang cengiran termanis)
Boss : "boleeeeh... emang kamu mau saya anterin?" (sambil membalas dengan cengiran khas Boss)
Korban : "yaaa... kali-kali aja dokter mau ngantar gitu..hehehe... Pasien abis ini cuma nambal sementara aja kan?"
Boss : (dengan tampang sedikit berpikir) "ngg...iya sih."
Korban : (mulai mengambil tas dan berberes untuk pulang)
Boss : "Diana, ini gimana sih caranya nih?" (sambil tunjuk program x-ray digital di komputer.)
Korban : (batal pulang sementara dan berdiskusi dengan boss sebentar)

17.10
>>pasien Boss datang membuat korban urung untuk pulang dulu, nggak enak sama pasien!

17.12
>>mempersilahkan pasien masuk, dan duduk-duduk sebentar di depan receptionist

17.12 di lain sudut di menara kuningan lt.10
>>seorang perempuan berdiri di depan kantor konsultan sambil membawa bungkusan besar dari pukul 16.xx, bersembunyi dari jangkauan pandang klinik gigi. Setiap ada orang lewat atau memelototi, si perempuan hanya menyengir lebar dan berkata...
"kakak saya ulang tahun..hehehe... dokter gigi!" (sambil nunjuk klinik gigi)

17.15
>>korban pergi ke kamar kecil

17.15
>>perempuan dari depan kantor konsultan berlari-lari membawa bungkusan besar memasuki klinik gigi dan meletakkan satu loyang kue hijau di bawah meja receptionist, dibantu oleh sang receptionist... rupanya mereka berdua telah bersekongkol!

17.19
>>korban kembali dari kamar kecil dan pada saat itu perempuan tadi telah raib ntah kemana sehingga kehadirannya tidak tercium oleh korban. Mungkin ia bersembunyi di bawah meja receptionist, atau ngacir keluar sebelum korban keluar kamar mandi.
>>korban mendapati pasien telah pulang, dan kembali meminta izin kepada Boss untuk pulang.

17.20
>>mendapati boss sedang di ruangan 2
Korban : "Aku pulang ya, Dok"
Boss : "jangan dong!"
(ini aneh karena jarang-jarang boss menahan saya pulang...)
Korban: "he...?"
Boss : "euh... tunggu dulu, Diana. Ada yang mau saya omongin sama kamu tentang pasienmu tadi. Tutup dulu pintunya!"
Korban : (menutup pintu dengan patuh)"Ya, dok?"
Boss : " euh... saya mau bilang apa tadi ya?" (terdiam...)
Korban : "wah si boss kena short term memory loss..." (sambil sabar menunggu)
Boss : "euh...besok pasiennya siapa ya?"
Korban : "hmmm... siapa ya pasienku minggu lalu itu. Yang skeling sekeluarga itu lho dok! Yang Bapaknya saya kerjain..."
Boss : "siapa tuh? yan mana? Niniiiiiiiiiingggg...." (memanggil receptionist)
Mbak Nining sang receptionist masuk ke ruangan 2
Boss : "sebutin pasien buat besok!"
Mbak Nining : "Gita, fanny, bla...bla...bla..."
Boss : "sebutin lagi! pelan-pelaaaan..."
Mbak Nining : "jam 9 Gita, jam 10 Fanny, jam 11... bla..bla..bla..." (mebacakan pasien untuk besok yang telah dihafal di luar kepala)
Korban : "apa hubungannya pasien besok sama pasien tadi yak? dah kecapean si Boss nih!"

17.22
>>Begitu pintu ruang 2 ditutup, receptionist a.k.a Mbak Nining terburu-buru ngacir keluar dan memanggil si perempuan yang kembali bersembunyi di depan kantor konsultan.

17.xx di dalam ruang 2
Korban : "duuuh... sebenrnya si boss ini mau ngebahas apa sih?"
Boss : "pak Badri itu bukannya gigi 7 nya udah saya cabut ya?"
Korban : "Blum Dok, itu gigi yang saya kerjain kemarin. Mungkin gigi 8 yang dokter cabut kali."
Boss : "ooo... jadi ya... kasus Pak Badri itu ya... euuhhh..."
Korban : (bingung) "perasaan gak ada kasus significant yak??"
Boss : "Jadi ya, euhhhh..... gini... euhhhh... NAAAAAAAAAAAAAAHHHHH!!!!!!!!!!!!" (sambil menunjuk ke pintu ruang 2)

17.xx di depan pintu ruang 2
>>Nadycrut nangkring di depan pintu dengan strawberry cheese cake dengan lilin kembang api yang menyala-nyala, jumlah lilinnya ada 17! (jumlah lilin itu penting!) Dibelakangnya ada mbak Nining dan perawat-perawat yang bersorak-sorak.

17.xxxxxxx
>>tertawa-tawa hahahaha hihihihi.... meniup lilin dengan sedaya upaya tapi nggak mati-mati. (padahal biasanya paling nggak suka niup-niup makanan kecuali untuk masuk ke perut sendiri...)

>>tidak lama kemudian lilin mati dan akhirnya makan-makan strawberry cheese cake with ashes and semburan angop dari berbagai mulut yang ikut membantu mematikan lilin.
HOREEEEEEEE....!!!!



trimakasih nadcruuut... lop yuuu sooooo! trimaskasih dokter citrooo, trimakasih mbak nining, trimakasih risma and haniiii.... lop yuuuu!


bersama my boss my role model


otak I


otak 2, Mbak Nining...


Sunday, April 6, 2008

this is how it works day to day...

Monday: ugh here it goes another week! weekend's over!
Tuesday: I've passed Monday!!! Yay!
Wednesday: Uuuuuu.... it's the middle of the week! Just few more days till weekend!
Thursday: Thursday oredi???
Friday: It's Friday rite, are u sure? yea it's Friday, not Thursday! Just another day till Sunday... yaaay!
Saturday: It's weekend for everyone but us, but I oredi have the spirit of weekend!
Sunday: today is Sunday... today is Sunday... I don't work on Sunday... I don't work on Sunday... Sunday is booooring..... Sunday is booooring.... *desperate for Monday!*

the whole week waiting for Sunday just to wait for Monday...