The paper is folded in an envelope along with the angpau from my wedding day. What special of it is the poem printed on it, pretty touching to me. So then I asked Billy to keep that paper instead of put it on pile to be dumped. I don't know who wrote it but the man who sign the paper was "Muchtar and family, Bening Indah 15/3'09". And just about this afternoon after 3 months forgotten in my drawer, I found that paper again, a bit wrinkled. I think I rather copy it somewhere before I unintentionally throw it away someday or then it gets more mussy. So here is the poem, enjoy....
KEPADA ANAK
Ketika bahteramu beranjak meninggalkan tepian
dan pangkuan Ibu kau tinggalkan
angin mulai berhembus menepis layar,
perjalanan hidupmu telah dimulai !
Jika kelak badai datang meronta,
petir melecut menyambar hidup,
ayah telah jauh, tepian tak tampak lagi,
kabut semata membalut jiwa,
perjalanan pulang hanya Ilahi.
Kalau nanti ombak melanda haluan,
karang derita menghadang tujuan,
peganglah kemudi, kuatkan iman,
serulah nahkoda, berikan senyuman,
perjalanan pulang cinta yang murni !
Seandainya pulau tak tampak jua,
tepian bahagia tak kunjung tercapai
tataplah langit-carilah bintang,
pastikan tempat dimana diri,
tentukan arah kemana hati,
perjalanan pulang di hatinurani!
Sekiranya kelak Ibu berseru berair mata,
dan Ayah memanggil terbata-bata,
sujudkan hati kepada Tuhan mu,
"Aku kembali, aku kembali,"
Perjalanan pulang hanya Ilahi !
Disaat hembusan angin redup, lenyap, mati,
arus laut tak bergerak lagi,
bekal dari Ibu habis sudah,
pemberian Ayah tiada bersisa,
mintalah bekal kepada Tuhan mu,
"Tuntun aku, tunjuki aku!"
Perjalanan pulang tiada lagi !
Diwaktu sampanmu pecah kekarang dilanda gelombang,
layarmu cabik diterpa angin,
tiang layar patah berkeping-keping,
nahkoda hilang ditelan badai,
kemasi diri lari ke Tuhan,
perjalanan pulang tiada lagi !
Manakala hatimu rengkah pecah berbingkah-bingkah,
dadamu remuk ditusuk dicencang derita,
penglihatanmu suram hitam kelam,
telingamu dingin mati beku,
akankah hatimu menampik panggilan
akankah jiwamu mendustakan seruan,
"Tuhan ku, Tuhan ku",
perjalanan pulang tiada lagi !
Anakku,
kami lepas dikau berjalan jauh,
bersama kasihmu berhati teguh,
kami menghantar hingga disini,
perjalanan pulang tiada lagi !
I can't resist my tear each time after the last couplet. I love you Mom and Dad, unspeakably! Millions of thanks would never worth what you have given me. :(
Friday, June 19, 2009
Tuesday, June 9, 2009
Indonesian headlines these days...
Berita oh berita.... dikala sepi, kertas berita (baca: nyuspeper) hanya saya bolak-balikkan demi melihat iklan dan jadwal film di dua puluh satu (baca: twentiwan). Tapi kalau lagi ramai seperti akhir-akhir ini saya dengan sabar menunggu boss selesai membaca kertas berita atau majalah langganannya untuk kemudian mencernanya dalam-dalam. Seperti hyena yang dengan sabar menunggu singa meninggalkan mangsanya. Hahaha....
Berita oh berita.... persis pisang goreng Pontianak. Renyah dan gurih dikala hangat, layu dan tidak menarik setelah dingin. Marilah kita mengomentari pisang goreng Pontianak akhir-akhir ini, dan tentunya pengertian "kita" disini adalah saya sendiri, pribadi, seorang, subjektif, dan awam. Oh... saya jadi masygul! :P
ALUTSISTA
Nah, bagaimana kita mau unjuk taring mempertahankan Ambalat sementara dunia juga tau kalau TNI kita sudah kehilangan inventaris udaranya tiga kali berturut-turut dalam kurun waktu tiga bulan. Dan jangan lupa menghitung manusianya yang jadi korban.
OK, sebagai seorang awam saya tau kalau faktor musibah kapal udara itu bisa macam-macam; alam, manusia, dan mesin. Kekuatan alam memang diluar kendali manusia, tapi faktor mesin dan manusia itu sepenuhnya bisa dikendalikan. Jadi 2/3 kemungkinan musibah kapal udara bisa dihindari karena merupakan faktor yang bisa dikendalikan manusia. Jadi kalau TNI mengalami musibah tiga kali berturut-turut dalam waktu tiga bulan, siapa atau apa nih yang perlu disalahkan?
Macan ompong juga berani menerkam kalau begini sih.
IBU PRITA VS OMNI
Dari berita ini saya belajar banyak hal sebagai konsumen yang dalam hal ini pasien dan sebagai penjual atau penyelia jasa yang dalam hal ini dokter.
Sebagai konsumen atau pasien;
Berbahagialah wahai warga negara yang berada dalam pihak ini karena ternyata kita adalah manusia-manusia yang dirajakan dan bahkan dilindungi oleh undang-undang. Hanya saja berhati-hatilah walau menjadi raja.
Saya adalah pendukung Ibu Prita sejati, walaupun penuntut adalah golongon dari rekan sejawat sekalipun (bah!). Sebagai konsumen yang merasa dirugikan dan tidak mendapat tanggapan setelah protes ke rumah sakit tentu saja dia berhak menulis kekesalannya sama seperti yang banyak kita lihat di kolom surat pembaca koran kompas. Tapi akan lebih bijaksana kalau konsumen berhati-hati dalam menyusun kalimat penulisannya sehingga aman dari pemanfaatan pengacara pongah untuk menjatuhkan balik sang raja.
Silahkan pelajari disini.
Sebagai pasien, kita perlu tahu bahwa kita mempunyai hak untuk mendapatkan informed consent setiap akan dilakukan tindakan. Jadi kalau hendak mendapatkan tindakan, akan sangat bijaksana dan berhati-hati kalau kita meminta penjelasan dari dokter terlebih dahulu. Oh ya, dan pasien juga selalu berhak untuk mendapatkan second opinion dari dokter lainnya lho. Dan hak pasien lainnya adalah mengetahui isi medical recordnya (yang tidak diberikan oleh rumah sakit omni kepada Ibu Prita), tapi data medical recordnya adalah hak rumah sakit.
Sebagai penjual/penyelia jasa yang dalam kasus ini adalah rumah sakit dan dokter;
Pertama, ingatlah selalu (dan akan saya upayakan untuk selalu ingat karena saya pun termasuk dalam pihak ini) bahwa: "konsumen adalah raja"! Jadi kalau raja protes, hal yang paling bijaksana untuk dilakukan adalah mendekati sang raja kemudian menghindari terciumnya isi protes raja oleh calon-calon raja lainnya!
Begini nih, sebagai manusia awam yang membaca isi email Ibu Prita pastinya kekurang-percayaan saya terhadap rumah sakit omni tidak lah signifikan. Rasanya saya masih mau menjadi pasien rumah sakit tersebut bila memungkinkan. Tapi setelah membaca reaksi omni dalam setengah halaman surat kabar yang menyatakan berniat menuntut Ibu Prita atas dasar pencemaran nama baik, kepercayaan saya terhadap rumah sakit tersebut berkurang hingga 60%. Tentunya saya berpikir kalau saya menjadi pasien disana dan ada kesalahan (tentunya kesalahan bisa saja terjadi) saya terpaksa bungkam atau saya dituntut balik? Ngeri dong ya? Mendingan nggak usah jadi pasien sana kali ya? Apalagi setelah rumah sakit telah berjaya menipu-daya kejaksaan untuk mengurung Ibu Prita dalam bui, hah.... kepercayaan saya terhadap rumah sakit ini (yang padahal terletak sangat dekat sekali dengan rumah saya, hingga terpeleset pun sampai) musnah sudah!
Bayangkan seandainya omni melakukan pendekatan simpatik terhadap Ibu Prita (seperti pendekatan simpatik mereka terhadap pihak kejaksaan), saya yakin Ibu Prita akan membuat email yang mengklarifikasi penilaian buruknya sebelumnya dan akan tersebar sebagaimana berita sebelumnya dan masalah pun selesai sudah!
Kedua, tentunya direktorat omni berani melakukan ini atas dorongan pengacara mereka, kecuali kalau memang pihak direktorat omni yang terlalu congkak sehingga tidak bisa berpikir panjang. Oleh karena itu berhati-hatilah memilih pengacara! Atau, berhati-hatilah dengan omongan pengacara!
Ketiga, yang memang tidak ada hubungannya dengan pihak penjual tapi masih berhubungan dengan kasus Ibu Prita, apakah kejaksaan memang benar2 sudah tidak dapat dipercaya lagi? Apa semua kasus benar2 bisa dimenangkan selama kuat secara finansial????? OH...AH... IH...!
MANOHARA PUTRI JELITA
Ahai!
Begini mbak Mano, pertama saya mendengar berita kepulanganmu sungguh besar simpati saya kepadamu. Tetapi setelah ceritamu yang berulang-ulang dalam satu hari di setiap TV swasta, akhirnya saya mulai berkesimpulan: oh Manohara, kamu dan ibumu adalah orang-orang lebay! Masa perlu sampai segitunya klarifikasi dari satu TV ke TV lain? Jangan-jangan ceritamu juga lebay aje?
Tapi di running text metro hari ini ternyata hasil fisumnya membenarkan bahwa si putri adalah korban kdrt. Jadi yah, teruslah berjuang dik, cuma satu saran kakak (hoho!) sayangi ibumu namun tetap waspada. Bah, ibu yang benar di jaman sekarang tentunya tidak menikahkan anaknya di usia 16 tahun bukan? Kalau pun karena korban perkosaan kenapa dulu nggak diributkan seperti ini ya?
Ah... ini masalah celebrity yang menjadi headline hanya karena berhubungan dengan dua negara yang sedang memanas akibat Ambalat.
AMBALAT
Padamu negri
kami berjanji
Padamu negri
kami berbakti
Padamu negri
kami mengabdi
Bagimu negri
jiwa raga kami
Tapi tentu saja setelah janji, bakti, abdi dan jiwa raga kami untuk Allah, wahai Negri!
CAPRES & CAWAPRES
Oh Bapak Ibu capres dan cawapres yang terhormat di dunia, berhentilah menjadi riya, profokatif (a.k.a menjatuhkan lawan), dan mengumbar janji semu. Tentu saya sang rakyat jelata senang melihat Bapak Ibu berbuat baik, tapi saya yakin Tuhan benci perbuatan baik yang riya, apa lagi riya karena kuasa di dunia.... aih berat!
Dan janji-janji itu wahai Bapak Ibu yang terhormat di dunia, dicatat dalam buku harian malaikat yang akan dipertanggung-jawabkan nantinya. Aih.... sungguh berat!
ANTASARI VS NASRUDIN (atau vs penguasa dibalik tirai??) ?
Nah, mana kelanjutan beritanya ini? Ini adalah contoh pisang goreng Pontianak yang sudah dingin! Mana tuh si Rani kedi? Perasaan belum ada klarifikasi dari janda kembang itu tuh? Beritanya udah hilang aja ditelan Ibu Prita, Manohara, Alutsista dan pilpres & wapres??? Gimana toh?
Nah... demikianlah opini pribadi saya yang subjektif dan awam. Waduh, dengan membuat posting seperti ini apakah saya akan ditangkap pula seperti Ibu Prita? Hehehehe.... Yah walau pun saya belum punya anak untuk disusui, tapi tidak benar kalau saya dibui!
Sebenarnya saya juga ingin mengomentari berita pidato Obama di Kairo, tapi kan judul postingan saya "Indonesia headlines these days..." Eh, tapi kan Obama pernah tinggal di Indonesia dan punya saudara tiri separuh Indonesia jadi yah, boleh lah dibahas juga! Hehehe....
Just one thing, walk your talk Mr. Barack Hussein Obama! Jangan cuma jual omongan bush-shit (baca bullshit)seperti bush. Saya ingat beberapa saat setelah kejadian 9/11 AS mengkampanyekan bahwa mereka bersahabat dengan Islam dan warga Islam di Amerika merasa aman tinggal disana, iklannya bisa kita lihat di TV swasta Indonesia saat itu. Tapi dunia tau kenyataanya tidak. Yah, kita tunggu aja deh... I put a big hope on you for the sake of Plestine, Mr. Obama! Yuuuuk mariiii!
Berita oh berita.... persis pisang goreng Pontianak. Renyah dan gurih dikala hangat, layu dan tidak menarik setelah dingin. Marilah kita mengomentari pisang goreng Pontianak akhir-akhir ini, dan tentunya pengertian "kita" disini adalah saya sendiri, pribadi, seorang, subjektif, dan awam. Oh... saya jadi masygul! :P
ALUTSISTA
Nah, bagaimana kita mau unjuk taring mempertahankan Ambalat sementara dunia juga tau kalau TNI kita sudah kehilangan inventaris udaranya tiga kali berturut-turut dalam kurun waktu tiga bulan. Dan jangan lupa menghitung manusianya yang jadi korban.
OK, sebagai seorang awam saya tau kalau faktor musibah kapal udara itu bisa macam-macam; alam, manusia, dan mesin. Kekuatan alam memang diluar kendali manusia, tapi faktor mesin dan manusia itu sepenuhnya bisa dikendalikan. Jadi 2/3 kemungkinan musibah kapal udara bisa dihindari karena merupakan faktor yang bisa dikendalikan manusia. Jadi kalau TNI mengalami musibah tiga kali berturut-turut dalam waktu tiga bulan, siapa atau apa nih yang perlu disalahkan?
Macan ompong juga berani menerkam kalau begini sih.
IBU PRITA VS OMNI
Dari berita ini saya belajar banyak hal sebagai konsumen yang dalam hal ini pasien dan sebagai penjual atau penyelia jasa yang dalam hal ini dokter.
Sebagai konsumen atau pasien;
Berbahagialah wahai warga negara yang berada dalam pihak ini karena ternyata kita adalah manusia-manusia yang dirajakan dan bahkan dilindungi oleh undang-undang. Hanya saja berhati-hatilah walau menjadi raja.
Saya adalah pendukung Ibu Prita sejati, walaupun penuntut adalah golongon dari rekan sejawat sekalipun (bah!). Sebagai konsumen yang merasa dirugikan dan tidak mendapat tanggapan setelah protes ke rumah sakit tentu saja dia berhak menulis kekesalannya sama seperti yang banyak kita lihat di kolom surat pembaca koran kompas. Tapi akan lebih bijaksana kalau konsumen berhati-hati dalam menyusun kalimat penulisannya sehingga aman dari pemanfaatan pengacara pongah untuk menjatuhkan balik sang raja.
Silahkan pelajari disini.
Sebagai pasien, kita perlu tahu bahwa kita mempunyai hak untuk mendapatkan informed consent setiap akan dilakukan tindakan. Jadi kalau hendak mendapatkan tindakan, akan sangat bijaksana dan berhati-hati kalau kita meminta penjelasan dari dokter terlebih dahulu. Oh ya, dan pasien juga selalu berhak untuk mendapatkan second opinion dari dokter lainnya lho. Dan hak pasien lainnya adalah mengetahui isi medical recordnya (yang tidak diberikan oleh rumah sakit omni kepada Ibu Prita), tapi data medical recordnya adalah hak rumah sakit.
Sebagai penjual/penyelia jasa yang dalam kasus ini adalah rumah sakit dan dokter;
Pertama, ingatlah selalu (dan akan saya upayakan untuk selalu ingat karena saya pun termasuk dalam pihak ini) bahwa: "konsumen adalah raja"! Jadi kalau raja protes, hal yang paling bijaksana untuk dilakukan adalah mendekati sang raja kemudian menghindari terciumnya isi protes raja oleh calon-calon raja lainnya!
Begini nih, sebagai manusia awam yang membaca isi email Ibu Prita pastinya kekurang-percayaan saya terhadap rumah sakit omni tidak lah signifikan. Rasanya saya masih mau menjadi pasien rumah sakit tersebut bila memungkinkan. Tapi setelah membaca reaksi omni dalam setengah halaman surat kabar yang menyatakan berniat menuntut Ibu Prita atas dasar pencemaran nama baik, kepercayaan saya terhadap rumah sakit tersebut berkurang hingga 60%. Tentunya saya berpikir kalau saya menjadi pasien disana dan ada kesalahan (tentunya kesalahan bisa saja terjadi) saya terpaksa bungkam atau saya dituntut balik? Ngeri dong ya? Mendingan nggak usah jadi pasien sana kali ya? Apalagi setelah rumah sakit telah berjaya menipu-daya kejaksaan untuk mengurung Ibu Prita dalam bui, hah.... kepercayaan saya terhadap rumah sakit ini (yang padahal terletak sangat dekat sekali dengan rumah saya, hingga terpeleset pun sampai) musnah sudah!
Bayangkan seandainya omni melakukan pendekatan simpatik terhadap Ibu Prita (seperti pendekatan simpatik mereka terhadap pihak kejaksaan), saya yakin Ibu Prita akan membuat email yang mengklarifikasi penilaian buruknya sebelumnya dan akan tersebar sebagaimana berita sebelumnya dan masalah pun selesai sudah!
Kedua, tentunya direktorat omni berani melakukan ini atas dorongan pengacara mereka, kecuali kalau memang pihak direktorat omni yang terlalu congkak sehingga tidak bisa berpikir panjang. Oleh karena itu berhati-hatilah memilih pengacara! Atau, berhati-hatilah dengan omongan pengacara!
Ketiga, yang memang tidak ada hubungannya dengan pihak penjual tapi masih berhubungan dengan kasus Ibu Prita, apakah kejaksaan memang benar2 sudah tidak dapat dipercaya lagi? Apa semua kasus benar2 bisa dimenangkan selama kuat secara finansial????? OH...AH... IH...!
MANOHARA PUTRI JELITA
Ahai!
Begini mbak Mano, pertama saya mendengar berita kepulanganmu sungguh besar simpati saya kepadamu. Tetapi setelah ceritamu yang berulang-ulang dalam satu hari di setiap TV swasta, akhirnya saya mulai berkesimpulan: oh Manohara, kamu dan ibumu adalah orang-orang lebay! Masa perlu sampai segitunya klarifikasi dari satu TV ke TV lain? Jangan-jangan ceritamu juga lebay aje?
Tapi di running text metro hari ini ternyata hasil fisumnya membenarkan bahwa si putri adalah korban kdrt. Jadi yah, teruslah berjuang dik, cuma satu saran kakak (hoho!) sayangi ibumu namun tetap waspada. Bah, ibu yang benar di jaman sekarang tentunya tidak menikahkan anaknya di usia 16 tahun bukan? Kalau pun karena korban perkosaan kenapa dulu nggak diributkan seperti ini ya?
Ah... ini masalah celebrity yang menjadi headline hanya karena berhubungan dengan dua negara yang sedang memanas akibat Ambalat.
AMBALAT
Padamu negri
kami berjanji
Padamu negri
kami berbakti
Padamu negri
kami mengabdi
Bagimu negri
jiwa raga kami
Tapi tentu saja setelah janji, bakti, abdi dan jiwa raga kami untuk Allah, wahai Negri!
CAPRES & CAWAPRES
Oh Bapak Ibu capres dan cawapres yang terhormat di dunia, berhentilah menjadi riya, profokatif (a.k.a menjatuhkan lawan), dan mengumbar janji semu. Tentu saya sang rakyat jelata senang melihat Bapak Ibu berbuat baik, tapi saya yakin Tuhan benci perbuatan baik yang riya, apa lagi riya karena kuasa di dunia.... aih berat!
Dan janji-janji itu wahai Bapak Ibu yang terhormat di dunia, dicatat dalam buku harian malaikat yang akan dipertanggung-jawabkan nantinya. Aih.... sungguh berat!
ANTASARI VS NASRUDIN (atau vs penguasa dibalik tirai??) ?
Nah, mana kelanjutan beritanya ini? Ini adalah contoh pisang goreng Pontianak yang sudah dingin! Mana tuh si Rani kedi? Perasaan belum ada klarifikasi dari janda kembang itu tuh? Beritanya udah hilang aja ditelan Ibu Prita, Manohara, Alutsista dan pilpres & wapres??? Gimana toh?
Nah... demikianlah opini pribadi saya yang subjektif dan awam. Waduh, dengan membuat posting seperti ini apakah saya akan ditangkap pula seperti Ibu Prita? Hehehehe.... Yah walau pun saya belum punya anak untuk disusui, tapi tidak benar kalau saya dibui!
Sebenarnya saya juga ingin mengomentari berita pidato Obama di Kairo, tapi kan judul postingan saya "Indonesia headlines these days..." Eh, tapi kan Obama pernah tinggal di Indonesia dan punya saudara tiri separuh Indonesia jadi yah, boleh lah dibahas juga! Hehehe....
Just one thing, walk your talk Mr. Barack Hussein Obama! Jangan cuma jual omongan bush-shit (baca bullshit)seperti bush. Saya ingat beberapa saat setelah kejadian 9/11 AS mengkampanyekan bahwa mereka bersahabat dengan Islam dan warga Islam di Amerika merasa aman tinggal disana, iklannya bisa kita lihat di TV swasta Indonesia saat itu. Tapi dunia tau kenyataanya tidak. Yah, kita tunggu aja deh... I put a big hope on you for the sake of Plestine, Mr. Obama! Yuuuuk mariiii!
Subscribe to:
Posts (Atom)