Monday, November 24, 2008

hoppeless and pessimistic: the main path for loser!


“Sukses itu ga ada yang gampang Dianaaaa….”

I know it so much, understand the sentence really really deep. Nothing good comes easy… none or almost never. But I keep forgetting that idea and find my self almost frustrated every time I forget; very lame and embarrassing actually.

So I work with a pro, who has diving in this career for like twenty years or more, a specialist and perfectionist, a kind who almost think that mistake is a wry… oh…oh. Nah, it’s too much! Well it might be is on our case but a lil harmless mistake wont make us a sinner. And little harmless mistakes always appear in a beginner. And the most interesting part is that I am a beginner.

I know I shouldn’t write this post and keep acting like I’m a pro, but I just feel like I need to type this so it can be a memo for next days maybe when I’ve reached my success (optimistic is very important, my bro!); success is very uneasy indeed!

Comparing to my boss, who is my one and only rival in gaining “client” at office, I’m like plain milk compare to juicy creamy thick chocolate ice cream, or non stuffed biscuit to tiramisu. I’m a big zero while he’s a super hero! Low self esteem is my main problem recently. How can I beat La Tour Eiffel while I’m just a meaningless statue at a discreet park? Then low self esteem leads to pessimistic, while I know that pessimistic leads to failure, and failure is a pathetic path for loser. And L.O.S.E.R my bro, is the last thing I wanna be in this life.

Okay, I know that pessimistic is a prejudice toward God's will (quoted from Andrea Hirata). Who am I to make a prejudice toward the Almighty? So here is my point where I'm gonna reach my dream with full optimistic! Mistakes, failures, hopeless, anything u name it.... screw those words!!!!! I'm DiDi, as D is for dreamer so am gonna fight for my dream! May God be with me...............................................................

Monday, November 17, 2008

when u're really not in good mood... badly bad mood


* Bethoven sounds like noise from a hungry stomach *musik keroncong(-an)*.
* Kids turn out to be monsters.
* Everyone seems doesn't have lips to smile, u can’t even feel yours.
* U feel like Monday.
* It’s actually cloudy and rain is about to fall any minute and u say “It’s the pollution!!!”
* Musk smells like formalin, then u almost think a perfumery is a cadaver room???
* U wanna tell Mariah Carrey, Celine Dion, mbak KD or those so called diva "would u please stop screaming?!"
* "AAAAH... WHO HAS TURNED MY TORTOISES INTO FROGS????!!!"
* U do karate moves when someone ask u to dance.
* Korn is the best jazz musician ever.
* Nothing is right. Everything is left.
* Someone tells u a loooong story to ask your opinion, but all u can say is "mmmh... can u repeat?"
* Policeman looks like cow.
* U see that picture above when u look in a mirror... hahahaha!
* U're reading a sport post then u say "Urrgh... politics!"
* U're at your office but can't stop asking "what the hell am I doing here??"
* U're reading this and u can't resist to ask "why the hell am I reading this??" as I'm asking to my self "why the hell am I typing this??" but I'm posting it anyway...

Wednesday, November 5, 2008

jangan latah...

Memangnya kenapa kalau Obama menang? Dia memang menyebutkan janji lebih baik daripada McCain untuk perang Irak, (yang seharusnya lebih direspon antusias oleh bangsa Irak) tapi tetap saja itu bukan berarti langit kembali cerah bagi umat muslim. Yang lucunya lagi, antusiasme di Irak sangat-sangat datar, beda dengan antusiasme bangsa kita sendiri. Lucu sekali!

Yang kita harusnya sadar, betapa pencucian otak kapitalisme terhadap isi kepala-kepala masyarakat bangsa kita demikian hebat sampai-sampai kemenangan seoarang calon pemimpin bangsa kapitalis (yang selalu membuat pemimpin bangsa kita seperti kerbau dicucuk hidung untuk menuruti apa pun kehendak mereka), terdengar lebih meriah daripada saat-saat pengumuman hasil pemilu 2004 lalu. Saya membuka facebook saya dan kagum akan komentar-komentar meriah teman-teman atas kemenangan Obama sebagai presiden Amerika seakan Obama itu adalah bapaknya. Apa harus begitu?

Baik Obama atau siapa pun pemimpinnya, Amerika tetaplah negara kapitalis. Siapa pun pemimpinnya pasti akan berusaha untuk mempertahankan kedudukan cakar negara gila kuasa tersebut atas seluruh dunia. Terus terang, saya memang lebih pro Obama daripada John McCain, hanya karena dia berani menjanjikan untuk mengakhiri perang Irak. Itu saja. Tapi apa pun janjinya untuk melakukan perubahan, hanyalah perubahan untuk memperkuat ke-adidaya-annya, mungkin memang lebih baik daripada sistim yang dibuat partai republik. Tapi terus apa itu berarti bangsa kita bisa lepas dari cengkraman kapitalisme??

Jadi apa perlu ikut-ikut bersuka cita untuk kemenangan salah satu kandidat pemimpin bangsa yang telah, masih, dan akan terus (paling tidak sampai mereka sudah benar-benar koleps)merusak dan meporak-porandakan negara kita secara fisik, mental, dan moral? Daripada berharap bodoh bahwa dengan terpilihnya Obama (yang memang kenyataannya pernah dibesarkan di Indonesia namun hanya empat tahun dan itu pun ketika dia masih kecil) sehingga negara kita bisa terangkat lebih baik, lebih baik sadar bahwa kita sudah benar-benar dalam pengaruh bius kapitalisme. Kenyataannya bangsa kita tidak akan pernah bisa menjadi lebih baik kalau pemimpin-pemimpinnya masih tunduk patuh bak monyet topeng monyet terhadap pawangnya pada kapitalis. Dan yang lebih sedihnya lagi kalau melihat teman-teman yang lebih antusias terhadap pemilihan presiden AS daripada peduli terhadap pilpres kita sendiri tahun depan. Bukan kah kita seharusnya lebih khawatir untuk calon-calon pemimpin kita nantinya? Bisa kah kita mendapatkan pemimpin yang mampu membebaskan bangsa kita dari cengkraman kapitalis?